Perencanaan Kurang Matang, Mesin Pencari Anak Negeri Terancam Batal

Rabu, 10 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fajarbengkulu, nasional – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai pengembangan sebuah layanan mesin pencari atau search engine butuh anggaran yang besar dan mahal.

Dikutip dari cnbcindonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengakui jika untuk membuat dan mengembangkan mesin pencarian memang susah. Namun dengan tujuan independensi, tentu ideal untuk memiliki layanan tersebut.

“Idealnya untuk ke independensi tentu punya search engine [sendiri]. Ada banyak negara yang mempunyai search engine [sendiri], AS, Tiongkok, Rusia, Prancis, punya masing masing,” kata Johnny usai konferensi pers di Kantor Kominfo.

“Namun kita tentu suatu saat nanti kalau bisa mempunya search engine kan baik juga,” imbuhnya.

Ia menyebut, saat ini Indonesia belum menyiapkannya karena memang selama ini punya waktu dan biaya lebih banyak perhatiannya untuk menangani Covid-19.

Sebelumnya ramai warganet (netizen) mengomentari mesin pencari yang diklaim sebagai karya anak bangsa bernama Gatotkaca yang bisa diakses lewat https://gatotkaca.mooo.info.(**)

Baca Juga

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Serahkan UHC Award 2026 Untuk Pemkab Lebong
Deretan Harta Oknum Pegawai Pajak yang Terjaring KPK
Dalih Lebih Fokus dan Adaptif, ASN Boleh WFA dan Jam Kerja Fleksibel
Antara Hak dan Sanksi Penerima TPP dan BLT
Hadir di Senayan, Azhari Ikuti Sarasehan Kebangsaan Bersama Tokoh Nasional
Kumpulkan 9 Poin, Indonesia Bekuk Bahrain 1-0
Minta Polri Hapus SKCK, Ini Alasan KemenHAM
Menjelang Lebaran 2025 Daya Beli Masyarakat Menurun, Ada Apa?

Baca Juga

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:54 WIB

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Serahkan UHC Award 2026 Untuk Pemkab Lebong

Senin, 12 Januari 2026 - 06:56 WIB

Deretan Harta Oknum Pegawai Pajak yang Terjaring KPK

Kamis, 19 Juni 2025 - 10:32 WIB

Dalih Lebih Fokus dan Adaptif, ASN Boleh WFA dan Jam Kerja Fleksibel

Selasa, 3 Juni 2025 - 17:40 WIB

Antara Hak dan Sanksi Penerima TPP dan BLT

Selasa, 20 Mei 2025 - 17:56 WIB

Hadir di Senayan, Azhari Ikuti Sarasehan Kebangsaan Bersama Tokoh Nasional

Berita Terbaru