Video Viral Boleh Bertukar Pasangan Ternyata Hanya Konten Mencari Subscriber

Selasa, 5 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto SS Tiktok

Foto SS Tiktok

fajarbengkulu, – Pada tanggal 29 Februari 2024, sebuah video viral menggemparkan media sosial. Video tersebut menampilkan ajaran sesat yang memperbolehkan pertukaran pasangan di antara anggota jemaah. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kontroversi ini.

Video ini pertama kali diunggah oleh akun YouTube Mbah Den (Sariden) dan kemudian diubah ke status privasi. Namun, setelah menjadi viral, konten ini menarik perhatian banyak orang. Polres Blitar, Jawa Timur, turun tangan untuk menyelidiki video ini dan mengungkap fakta di baliknya¹.

Pembuat video ini adalah Samsudin, yang juga dikenal sebagai Gus Samsudin. Ia adalah pemilik Pondok Nuswantoro di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Tujuan pembuatan video ini ternyata sederhana: meningkatkan jumlah pelanggan di kanal YouTube miliknya¹.

Dalam video tersebut, terlihat empat pria duduk di kursi dengan mengenakan gamis dan penutup kepala. Beberapa orang lainnya duduk di karpet menghadap keempat pria tua di kursi tersebut. Ajaran yang diperlihatkan adalah bahwa jemaah diperbolehkan bertukar pasangan dengan janji surga. Namun, perlu dicatat bahwa nama-nama yang disebutkan dalam video hanyalah fiktif belaka².

Polres Blitar, Jawa Timur, mengusut video viral yang menampilkan dugaan aliran sesat dengan membolehkan anggota bertukar pasangan.

Hasilnya, video viral yang diunggah akun YouTube Mbah Den (Sariden) itu ternyata dibuat Samsudin alias Gus Samsudin.

Gus Samsudin sendiri merupakan pemilik Pondok Nuswantoro di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Diketahui, akhir-akhir ini beredar potongan-potongan video yang memperlihatkan seorang perempuan bercadar duduk di depan empat pria yang diduga pemimpin aliran.

Potongan video itu viral di media sosial dan menimbulkan beragam persepsi di masyarakat.

Kapolres Blitar, AKBP Wiwit Adisatria menegaskan video viral itu merupakan konten yang dibuat Samsudin.

Video itu dibuat untuk meningkatkan subscriber chanel YouTube Samsudin.

“Ada beberapa hal yang perlu saya tegaskan terkait video viral yang dilakukan Samsudin.

Pertama, video tersebut dibuat hanya untuk menaikkan subscriber youtube yang bersangkutan (Samsudin),” kata Wiwit, Selasa (27/2/2024).

“Kemudian yang kedua, bahwa pengobatan tersebut tidak ada, pengobatan yang disebutkan beberapa nama di situ (video) adalah fiktif belaka.

Kami pastikan tidak ada di wilayah Kabupaten Blitar,” demikian Wiwit.(**)

Sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tersangka Pengoplos Beras Premium Ternyata Beli Beras Bulog di FB
Penyelidikan Perkara Penipuan Merlibatkan Pejabat Lebong Dihentikan Kepolisian
Honda Beat Milik Warga Tunggang Gagal Dicuri Pemuda Asal Giri Mulya
Dugaan Skandal Fee Proyek Bakal Naik Status
Ditunggu, Ihwal Penyidikan Kasus Fee Proyek Yang Melibatkan Oknum ASN
Diduga Terlibat Tindak Pidana Penipuan, 2 ASN Diperiksa Polres Lebong
Kantongi Bukti Chat, Rekaman dan Transfer, Polres Lebong Mulai Panggil Saksi
Gempa Bumi M 4.0 Guncang Barat Daya Seluma Bengkulu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Maret 2024 - 14:58 WIB

Tersangka Pengoplos Beras Premium Ternyata Beli Beras Bulog di FB

Selasa, 5 Maret 2024 - 14:46 WIB

Video Viral Boleh Bertukar Pasangan Ternyata Hanya Konten Mencari Subscriber

Kamis, 22 Februari 2024 - 06:26 WIB

Penyelidikan Perkara Penipuan Merlibatkan Pejabat Lebong Dihentikan Kepolisian

Jumat, 19 Januari 2024 - 10:23 WIB

Honda Beat Milik Warga Tunggang Gagal Dicuri Pemuda Asal Giri Mulya

Selasa, 12 Desember 2023 - 09:02 WIB

Dugaan Skandal Fee Proyek Bakal Naik Status

Berita Terbaru

Bupati Lebong, Kopli Ansori S.Sos

Daerah

Akhir Juni, Pemkab Lebong Gratiskan Operasi Katarak

Rabu, 5 Jun 2024 - 21:36 WIB

Pelepasan Kafilah Lebong dalam Ajang MTQ di Bengkulu Utara

Daerah

Lebong Kirim 57 Kafilah Dalam Ajang MTQ di Bengkulu Utara

Senin, 3 Jun 2024 - 17:59 WIB