Kisah

Beberkan Fakta Mengejutkan Selama 43 Tahun Menyamar Jadi Pria

fajarbengkulu.com, kisah -Ada kalanya penyamaran dilakukan orang dalam hidup ini , mulai sekadar menutupi identitas diri atau bisa juga dilakukan sebagai modus untuk melakukan suatu kejahatan. Tapi bagaimana dengan Abu Daooh, wanita yang hampir separuh hidupmya dia habiskan dalam penyamaran. Apa alasan dia melakukan itu?

Cerita berawal saat Daooh ditinggal mati oleh suaminya dalam keadaan mengandung anaknya yang pertama, dengan usia kandungan masih 6 bulan dan dia yang masih berusia 21 tahun. Sudah pasti akan merasa panik, sedih dan juga ketakutan.  Bagaimana tidak, dia yang baru saja mengecap manisnya bahtera pernikahan, harus merasakan pahitnya kehilangan orang yang dia cintai sekaligus menjadi single parent untuk anaknya.

Di tengah kemelut yang melanda keluarganya terus mendesak agar dia menikah lagi, agar ada yang bertanggung jawab dan menafkahi dia dan juga anaknya. Tapi dalam suasana yang masih berduka Daooh jelas menolak, dia berfikir bagaimana bisa menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai.

Semakin  hari kebutuhan semakin banyak, membuat Daooh berfikir untuk bekerja. Namun sayang, pada saat itu wanita yang bekerja akan dipandang hina dan cenderung mendapatkan pelecehan. Dari situ Daooh kemudian mengambil keputusan, dia akan menjadi laki-laki!

Dia memangkas pendek rambutnya, mengganti semua pakaian dan penampilannya hingga terlihat seperti laki-laki. Melakukan pekerjaan berat dan kasar, namun anehnya dia mempunyai kekuatan untuk mengerjakan semua pekerjaan berat yang biasa dilakukan oleh para lelaki.

Pernahkah dia lelah? Pasti! Setelah anaknya beranjak dewasa, dia berencana untuk menyudahi penyamarannya, tapi takdir berkata lain. Alih-alih bisa membantu, sang menantu malah sakit, dan tak bisa bekerja.

Dengan berat hati Daooh melanjutkan penyamarannya, semata-mata karena tak ingin melihat anaknya menderita. Ah, sebuah pengorbanan yang tak bisa dikatakan kecil. Mengorbankan seluruh dirinya untuk kebahagiaan orang yang dicintainya.

Lama kelamaan penyamaran itu menjadi seperti kehidupan nyata untuknya. Semua identitas yang dimiliki melekat begitu kuat, sehingga meski pemerintah Mesir mengapresiasi perbuatannya dengan memberinya bantuan yang layak dan memberinya sebuah kios untuk menunjang perekonomiannya, Daooh tetap menjalani hidup dengan “penyamarannya”.

Diganjar dengan sebuah penghargaan sebagai ibu yang paling berbakti, menurut ane bukanlah hal yang berlebihan. Karena atas rasa sayangnya, seorang apalagi seorang ibu akan rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya.

Berbahagialah para wanita, karena meski terlihat lemah, sejatinya engkau adalah makhluk yang sangat kuat. Dan untuk para pria, hormati para wanita diantara kalian anak, istri dan terutama ibumu, karena sebaik apa kalian memperlakukan mereka sebesar itulah kehormatan kalian sebagai seorang laki-laki. (

Sumber 1

Sumber 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button