fajarbengkulu, lebong — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukabumi, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong, tinggal menghitung hari dan saat ini menghadirkan 2 figur inspiratif.
Salah satu yang paling mencuri perhatian warga jelang pencoblosan pada 16 November 2026 mendatang adalah sosok Nurul Huda.
Pria kelahiran tahun 1982 ini resmi mendapatkan nomor urut 2 dengan lambang gambar kelapa pada pengundian nomor urut yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong pada senin (26/10/2026).
Angka dua dan simbol kelapa filosofis pohon yang seluruh bagiannya bermanfaat bagi sesama tampaknya begitu pas merefleksikan rekam jejak hidupnya selama ini.
Siapa sebenarnya Nurul Huda? Mari mengenal lebih dekat sosok calon pemimpin desa yang dikenal merakyat, dermawan waktu, dan tulus mengabdi ini.
Sebelum memutuskan maju sebagai calon kepala desa, Nurul Huda bukanlah orang baru dalam roda pemerintahan desa. Ia pernah mengabdikan diri di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Suka Bumi, sebuah pengalaman berharga yang memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan dan aspirasi warga.
Tak hanya paham birokrasi desa, ia juga seorang pejuang ekonomi kerakyatan atau pelaku UMKM. Kesehariannya diwarnai dengan kerja keras mengelola usaha kuliner bakso serta melayani kebutuhan warga lewat jasa sewa sound audio.
Latar belakang sebagai pedagang dan pengusaha kecil membuat Nurul Huda sangat memahami denyut nadi ekonomi masyarakat bawah.
Bagi warga Desa Sukabumi, nama Nurul Huda tentu sudah tidak asing lagi. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat aktif di tengah masyarakat dan memiliki kedekatan khusus dengan para tokoh adat serta tokoh agama.
Kepedulian sosial dan spiritualnya dibuktikan melalui keterlibatannya di berbagai wadah seperti seperti Aktif merajut kebersamaan dan kerukunan antarwarga dalam lingkup PMJB.
Dalam bidang keagamaan ia juga rutin mengikuti dan mendukung Khotmil Quran bulanan serta dikenal sebagai salah satu aktivis aktif dalam kelompok sholawat serta pengajian kitab Al-Barzanji.
Dukungan penuh juga mengalir dari keluarga tercinta. Sang istri yang berprofesi sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) senantiasa mendampingi perjuangannya, bersama ketiga buah hati mereka (dua putra dan satu putri) yang menjadi penyemangat hidupnya.
Maju dalam kontestasi Pilkades seringkali dikaitkan dengan ambisi kekuasaan. Namun, bagi Nurul Huda, niatnya murni untuk mengabdi.
Ia menegaskan, apabila kelak diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Desa Sukabumi, dirinya siap mewakafkan waktu, tenaga, dan keringatnya seperti yang telah ia buktikan saat berkhidmat di BPD Sukabumi dulu.
”InsyaAllah, Tujuan pencalonan ini murni ingin mengabdi dan memberikan waktu serta peluh untuk desa yang saya cintai,” ungkapnya penuh keyakinan.
Dengan pengalaman birokrasi yang matang, jiwa wirausaha yang mandiri, kedekatan erat dengan para ulama, serta rekam jejak sosial yang nyata, Nurul Huda hadir sebagai representasi pemimpin yang siap mendengarkan dan bekerja nyata.
Jangan lupa catat tanggalnya! 16 November 2026, mari gunakan hak suara Anda dengan bijak.
Ingat Pilkades Sukabumi, ingat Nomor Urut 2 dengan gambar kelapa: Nurul Huda, tulus mengabdi untuk Sukabumi lebih baik!. (Act)









