DaerahKriminal

Korban Pemalakan Preman Diminta Lapor, Ini Cuitan Netizen di Medsos

fajarbengkulu, Curup – Pemalakan yang terjadi disekitar perbatasan Rejang Lebong Bengkulu dan Lubuk Linggau Sumatera Selatan membuat dilematik untuk pengguna jalan, khususnya para supir angkutan barang. Bahkan beberapa waktu lalu sempat viral lagi dimana pelaku pemalakan terekam oleh kamera dan tersebar didunia maya. Yaitu pada Rabu 11/05/2022 beredar video berdurasi 29 detik yang direkam pengendara lain menyebutkan adanya dugaan kasus pemalakan sopir mobil boks di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau masuk Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, dilakukan seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor

Dikutip dari akun sosial media instagram bengkuluinfo, dimana akun tersebut membagikan berita dari benkuluantaranews dengan judul Polres: Korban pemalakan Jalan Curup-Lubuklinggau diminta melapor yang terbit tanggal 16/05/2022, postingan yang dikomentari 130 an itu mendadak menjadi menarik, karena yang ikut berkomentar tersebut ternyata sebagianya adalah korban bahkan teman dari korban pemalakan.

 

Salah satunya akun mudi,bkl yang menulis, sudah tepat 1 tahu kejadian. Laporan sudah dan lain-lain, tapi belum pernah dihubungi sekalipun, Insya Allah Ikhlas. Akun ipaiker juga menceritakan kisahnya yang sempat mengadu melalui aplikasi DUMAS PRESISI dan disana ia menceritakan kekecewaanya.

Selain itu ada juga yang berkomentar dengan akun kholishman dengan nada cetus dengan membahas pelaku sudah diketahui melalui kamera, kenapa harus menunggu laporan.

Malahan akun aprikkkkkkk menulis, tidak perlu ada laporan untuk penindakan kasus, karena Negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Bahkan di balasan komenanya tersebut ikut ditandai akun IG Polda Bengkulu serta akun IG Gubernur Bengkulu, yang berkemungkinan bertujuan agar masalah tersebut segera direpon dan ditangani. (red)

Postingan @bengkuluinfo

bengkulu antaranews

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button