Daerah

Hendak Pasang Kayu “Ram”, Warga Desa Gandung Terpeleset Dikedalaman 13 Meter

fajarbengkulu, Lebong – Salah seorang penambang emas tradisional di kawasan lobang kacamata yang biasa dikenal warga setempat dengan cap martil, Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara, yang bernama Darto (50) beridentitas warga Desa Kampung Gandung Kecamatan Lebong Utara, meninggal dunia.

Kronologi kejadian berawal dari korban hendak turun untuk memasang kaki alas sumuran tambang (ram, red) sekitar pukul 12.15 wib, Rabu siang (06/10). Saat korban  telah turun kebawah lobang sekitar 5 (lima) meter, lantas korban hendak turun lagi kebawah. Korban terpeleset di Lobang tersebut  dan terjatuh hingga kedalaman 13 (tiga belas) meter, teman korban sekaligus saksi yaitu Agus (35) dan Anton (38) langsung coba membantu korban.

Setelah diangakat dari sumuran lobang, korban segera dilarikan ke Puskesmas Muara Aman untuk dilakukan penanganan khusus. Korban mengalami  luka robek pada di belakang bagian Kepala, bagian tengkorak kepala luka parah, serta luka memar di punggung sebelah kiri tepatnya dibawa ketiak.

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur S.IK melalui kapolsek Lebong Utara AKP L Naibaho membenarkan bahwa ada penambang yang mengalami kecelakaan kerja di salah satu lobang tambang emas tradisional dan sempat dibawa ke Puskesmas Muara Aman.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Muara Aman, tetapi nyawanya tidak tergolong,” jelasnya,

Guna keperluan penyelidikan, lokasi sekarang dipasang garis polisi, serta dalam pengawasan pihak kepolisian. (Act)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button