DaerahKisah

Pemusnahan 41.921 Ekor Tikus di 3 Lokasi, Dipimpin Langsung Bupati Lebong

fajarbengkulu. Lebong – Pemerintah Kabakupaten Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kabupaten Lebong, , melakukan pemusnahan ekor tikus hasil perburuan masyarakat di tiga titik lokasi pada Kamis (05/08).

Tiga tempat tersebut diantaranya meliputi Desa Sukau Rajo Kecamatan Amen dengan membakar ekor tikus sebanyak 5.665 ekor, Desa Embong Baru Kecamatan Uram Jaya pembakaran juga dilakukan sejumlah 33.153 ekor serta di Desa Lemeupit Kecamatan Lebong Sakti sebanyak 3.103 ekor tikus.

Bupati Lebong Kopli Ansori beserta Sekda Lebong Mustarani Abidin dan para asisten dan staf ahli Bupati Lebong, serta jajaran DPP Lebong, Camat dan Kepala Desa ikut hadir dalam pemusnahan ekor tikus.

Disampaikan Bupati Kopli seusai pemusnahan ekor tikus, bahwa pelaksanaan pemusnahan ekor tikus di tiga lokasi , program yang dicanangkan Pemkab Lebong bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebong. seperti program pengendalian hama tikus dengan memberikan insentif perekornya senilai Rp.3 ribu.

“Alhamdulillah program pengendalian hama tikus dengan sistem perburuan ini, mendapatkan dukungan dari Camat, Kades dan masyarakat. Buktinya hari ini, kita kembali melakukan pemusnahan di tiga lokasi yang merupakan hasil perburuan masyarakat,” terang Kopli Ansori.

Kopli Ansori mengapresiasi dimana para petani Kabupaten Lebong siap menuju MT2 (Musim Tanam ke-2), dimulai dengan pengendalian hama tikus semoga ini jangan sampai terputus karena ini bagian dari pemulihan ekonomi dan kegiatan kemasyarakatan juga.

“Semoga nantinya dengan adanya pengendalian hama tikus masyarakat lebih semangat dalam mengolah pertanian dan melaksanakan MT2 ,” ungkap Bupati.

Ditambahkan Bupati bahwa adanya Program Pemerintah daerah ini mengharapkan seluruh kepada Kades mengimbau dan mengarahkan kepada masyarakat untuk melaksanakan MT2, yang serentak di tahun 2022 dengan tujuan meningkatnya perekonomian petani khususnya.

“Untuk tahun 2022 nanti kita akan berkoordinasi melalui Dinas Pertanian agar kerjasama seluruh Pemerintahan Desa dan Kelurahan dapat mengarahkan masyarakatnya untuk ikut melaksanakan MT1 dan MT2 secara serentak” pungkasnya. (SP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button