fajarbengkulu, Lebong, — Suhu politik tingkat desa di Kabupaten Lebong mulai menghangat namun tetap penuh kekeluargaan. Sebanyak 78 desa di Kabupaten Lebong resmi memasuki babak baru Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2026.
Pada Senin pagi (26/10/2026), Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong mendadak riuh dan semarak. Sebanyak 275 calon kepala desa berkumpul untuk mengikuti momen krusial: Pengambilan Nomor Urut/Lambang serta Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebong ini berlangsung khidmat dan meriah. Hadir langsung dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Lebong, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kapolres, perwakilan Kodim 0409/RL, Kepala OPD, para Camat, panitia Pilkades, hingga tokoh penting seperti mantan Bupati Lebong periode 2004–2009, Dalhadi Umar, beserta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Herru Dana Putra, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah setelah tahapan nomor urut ini resmi diketok.
”Setelah menetapkan nomor urut, kita berharap seluruh pihak dapat berkomitmen menjaga kondusifitas dan keamanan selama proses Pilkades berlangsung,” ujar Herru penuh harap.
Sementara itu, Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., saat membuka acara secara resmi, memberikan arahan dan pesan menohok bagi seluruh kontestan. Ia mengingatkan bahwa Pilkades bukanlah ajang untuk memecah belah persaudaraan, melainkan sarana menyalurkan aspirasi masyarakat secara demokratis.
”Kita laksanakan Pilkades serentak dengan damai dan menjunjung tinggi demokrasi. Jangan sampai pesta demokrasi ini menjadi sumber konflik antar keluarga dan masyarakat,” tegas Azhari.

Bupati juga menitipkan pesan khusus bagi para calon kades yang nantinya bakal terpilih dan memimpin desanya masing-masing. Ia meminta agar para pemimpin baru nantinya bisa bekerja amanah, lurus, dan taat hukum.
”Apabila nanti terpilih, jangan neko-neko! Ikuti aturan yang ada, jangan sampai tidak profesional dan melanggar hukum yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.
Dengan telah dilaksanakannya Deklarasi Damai ini, masyarakat Lebong kini menaruh harapan besar agar Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan sukses, aman, jujur, adil, dan melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang amanah serta membawa kemajuan bagi Kabupaten Lebong.(Act)









