Dalmuji Mewakili Bupati Lebong Saat Acara Adat Kedurai Muang Apem 2021

Kamis, 21 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fajarbengkulu, Lebong – Dilaksakanakan di Desa Bungin Kecamatan Bingin Kuning atau lokasi tepatnya di Benei Libea (Pasir Lebar, red) Rabu (20/10)  dilaksanakan Keduarai Apem, yaitu agenda tahunan dari bebereapa kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pariwisata Pemuda  Olahraga serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong.

Bupati Lebong melalui Staff Ahli bagian Pembangunan Dalmuji Suranto saat diwawancarai wartawan menjelaskan kegiatan ini adalah representasi dari masyarakat sekitar Benei Libea yang mendukung kegiatan kedurai apem ini,  kendati hanya beberapa desa yang aktif dan mendukung event tahunan ini.

“Dari penjelasan panitia ada 4 desa yang ikut andil diantaranya Pungguk Pedaro, Bingin Kuning, Karang Dapo Dan Semelako, yang jelas kita tidak usah mengkotak-kotakan yang jelas ini adalah apresiasi dari semua masyarakat Lebong,” terang Dalmuji.

Nedi Aryanto sebagai Ketua BMA (Badan Musyawarah Adat) mengapresiasi kegiatan karena event seperti ini merupakan momentum untuk generasi muda meneruskan tonggak sejarah, karena merekalah yang akan mengisi sejarah dimasa depan.

“Generasi muda agar dapat bersiap-siap dalam estafet untuk regenerasi dalam kegiatan-kegiatan adat seperti ini,” pungkasnya

Amron sebagai Ketua Pelaksana bersyukur atas terlaksananya acara adat ini, semoga ditahun berikutnya dapat lebih meriah serta desa-desa sekitar dapat lebih bekerjasama. Untuk pendanaan panitia menjelaskan apabila mereka mendapatkannya dari usambangan-sumbangan yang diberikan SKPD dan adapula sumbangan dari Balai Padang.

“Untuk dana pelaksanaan kita dapat dari sumbangan SKPD dan dari Balai Padang,” demikian Amron

Untuk diketahui, Kedurai Apem adalah ritual adat yang dipercaya untuk mengenang tenggelamnya Desa Trasmambang, asal dari nenek moyang masyarakat dari beberapa desa, yang biasanya yakni, Desa Semelako, Bungin, Pungguk Pedaro Dan Karang Dapo. berjumlah 44 buah apem, dengan rincian 4 apem bear (lai) dan 40 apem kecil (titik) yang masak (kemsok) adalah warga Semelako sebagai daerah desa tertua (sadei tuai).

Warga lima desa tersebut membawa kue apem yang dimasak dari rumah, kemudian dikumpulkan dilokasi tepatnya di  bawah pohon beringin kuning di daerah pasir lebar atau lebih dikenal daerah Sabo di Desa Bungin,Kecamatan Bingin Kuning,Kabupaten Lebong, kemudian dilakukan semacam ritual terhadap kue apem tersebut, setelah kuenya diritul oleh juru kunci kue tersebut kembali direbut oleh masyarakat kemudian melakukan aksi lempar-lemparan dengan kue apem tersebut. (RD)

Baca Juga

Polres Bengkulu Selatan Gelar Press Release, Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal
Pemdes Pyang Mbik Salurkan BLT DD kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat
Kapolda Bengkulu Laksanakan Peninjauan dan Pengecekan Personel serta Sarana Prasarana di Mapolda Bengkulu
IGD RSUD Lebong Tingkatkan Kualitas dan Kedisiplinan Pelayanan Medis
Polda Bengkulu Pastikan Penanganan Dugaan Ancaman Wartawan Dilakukan Profesional
Petani Lebong Tengah Akhiri Hidupnya di Atap Dapur
Gedung Koperasi Merah Putih Desa Tanggo Raso Selesai 100 Persen
Diduga Todong Wartawan Pakai Pistol, Anak Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Bengkulu

Baca Juga

Senin, 8 Juni 2026 - 23:15 WIB

Polres Bengkulu Selatan Gelar Press Release, Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:40 WIB

Pemdes Pyang Mbik Salurkan BLT DD kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:54 WIB

Kapolda Bengkulu Laksanakan Peninjauan dan Pengecekan Personel serta Sarana Prasarana di Mapolda Bengkulu

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

IGD RSUD Lebong Tingkatkan Kualitas dan Kedisiplinan Pelayanan Medis

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:39 WIB

Petani Lebong Tengah Akhiri Hidupnya di Atap Dapur

Berita Terbaru

SPBU

Nasional

Berdalih Sesuai Regulasi, Harga Pertamax Naik Rp16ribuan

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:59 WIB