Belum Genap Sebulan, Penambang “Ngadu” ke Bupati Lebong, Lokasi yang Menjadi Perseteruan Memakan K0rban J1wa

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fajarbengkulu, Lebong – Belum genap satu bulan aduan masyarakat penambang menyuarakan aspirasinya ke kantor Bupati lebong yaitu tentang lahan galian ampas pada selasa (7/9) yang lalu. Kemarin  rabu (24/9) lokasi yang menjadi perseteruan antara penambang tradisional dengan salah satu Perusahaan tambang memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 13.00 WIB masyarakat digemparkan dengan informasi ada tiga orang penambang ampas yang tertimbun di lokasi yang menurut keterangan adalah Cagar Budaya yang terletak di Desa Lebong Tambang, berdasarkan informasi di lapangan satu korban meninggal dunia bernama Anton (35) warga desa Suka Marga Kecamatan Amen sedangkan dua korban lainnya yaitu Rio (30) warga Desa Nangai Tayau dan Dedi (45) warga Desa Suka Marga, untuk Rio setelah mendapat perawatan sementara di Puskesmas Muara Aman kemudian dilarikan ke RSUD Lebong untuk menjalani pengobatan secara intensif. Sedangkan Dedi mendapatkan perawatan ringan.

Kapolsek Lebong Utara, AKP. L Naibaho, SH, menyampaikan sangat menyayangkan atas acuhnya masyarakat yang tidak pernah mau mendengar imbauan dari pihaknya yang sudah berulang kali mengingatkan agar tidak lagi melakukan penambangan liar di lokasi tersebut.

Kapolsek menceritakan, sebelum kejadian, sekitar pukul 11.00 WIB, pihaknya bersama Koramil sudah mendatangi lokasi kejadian untuk menegur para warga yang tengah asyik mencari ampas di lokasi kejadian. Pada saat itu sedikitnya ada sekitar 30 orang warga yang melakukan penambangan di lokasi cagar budaya peninggalan Belanda itu. Hanya berselang 2 jam setelah kedatangan pihaknya ke lokasi dan memberi imbauan kepada para penambang agar berhenti, pihaknya malah mendapat laporan adanya kejadian longsor yang merenggut korban jiwa.

“Kami sudah berulang kali mengingatkan, bahkan sebagian besar dari penambang pernah membuat surat perjanjian dengan pihak kepolisian bahwa tidak akan mengulangi lagi menambang di lokasi cagar budaya tersebut,” sampai Kapolsek.

Untuk diketahui, setelah ratusan penambang tradisional ngadu (temui, red) Bupati Lebong Kopli Ansori di kantor Bupati yang bertempat di Tubei pada tanggal 7 September lalu sampai sekarang belum adanya titik temu dan kepastian dari pemerintah daerah untuk membuat solusi agar para penambang yang selama ini menjadi gantungan nafkah hidup mereka (penambang, red). (Act)

Baca Juga

Padukan Kompetisi Bakat dan Praktik UMKM, SMAN 5 Lebong Gelar Student Day 2026
Ria Barbie Usung Ketahanan Pangan dan Komitmen Kades Tanpa Gaji
Sepekan Ops Patuh Nala 2026, Sat Lantas Polres BS Tindakan 78 Tilang Teguran dan 17 Tilang Manual
Bravo! Langkah Tegas AKBP. Aron Sebastian S.IK, M. Si, Sikat Ribuan Botol Miras Di Bengkulu Selatan
Musorkab KONI Resmi Dibuka Bupati Lebong, Target Prestasi 2027 Disorot
Usia 23 Tahun, Dzaky Nahkodai KONI Kabupaten Lebong 2026-2030
Kolaborasi Birokrasi dan Jiwa UMKM, Bekal Nurul Huda Bawa Sukabumi Lebih Baik
Berbekal Bukti Cermin dan Lainnya, Mantan Pejabat Lebong Terancam Kurungan 12 Tahun

Baca Juga

Kamis, 5 November 2026 - 16:59 WIB

Padukan Kompetisi Bakat dan Praktik UMKM, SMAN 5 Lebong Gelar Student Day 2026

Senin, 2 November 2026 - 19:04 WIB

Ria Barbie Usung Ketahanan Pangan dan Komitmen Kades Tanpa Gaji

Senin, 2 November 2026 - 15:56 WIB

Sepekan Ops Patuh Nala 2026, Sat Lantas Polres BS Tindakan 78 Tilang Teguran dan 17 Tilang Manual

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WIB

Bravo! Langkah Tegas AKBP. Aron Sebastian S.IK, M. Si, Sikat Ribuan Botol Miras Di Bengkulu Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Musorkab KONI Resmi Dibuka Bupati Lebong, Target Prestasi 2027 Disorot

Berita Terbaru