Daerah

Wabup Lebong Fahrurrozi, Hadiri Tabligh Akbar PMJB Lebong

fajarbengkulu, lebong – Warga Kabupaten Lebong yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB), menggelar tabligh akbar untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan serta doa bersama dalam rangka bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk dihindarkan dari bala bencana, bertempat di Gardu Pandang PLTA Kelurahan Tes, Sabtu (25/5/2024).

Menurut Mukhlas, S.Pd.I, beberapa bulan yang lalu dan hingga sekarang begitu banyak musibah yang menimpa Kabupaten Lebong. Musibah seperti banjir bandang, longsor, angin puting beliung, kebakaran, hingga jalan putus.

“Hal ini menjadi peringatan kita bersama, untuk itu kita gelar tabligh akbar dan doa bersama,” terang Mukhlas.

Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Fahrurozi menghadiri kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Kabupaten Lebong pasca bencana yang diinisiasi Keluarga Besar Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) di Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan,

Wabup Fakhrurrozi memberi kata sambutan dalam
Tabligh Akbar

Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Fahrurozi menyampaikan, mewakili Bupati Lebong, Kopli Ansori dan atas nama pemerintah mengapresiasi kegiatan tabligh akbar dan doa bersama untuk Kabupaten Lebong pasca bencana dengan tema ‘Ada Hikmah dan Pelajaran di Balik Musibah Ini Untuk Kabupaten Lebong lebih maju dan lebih sejahtera’ yang disegelenggarakan Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) Kabupaten Lebong, sebagai salah satu wujud nyata dalam menyikapi musibah banjir di Kabupaten Lebong.

“Melalui pendekatan relegius/spiritual agar kita dapat merenungkan dan bermuhasabah (intropeksi diri) kenapa ada musibah banjir bandang ini terjadi di Lebong,” tambah Wabup.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT tuhan yang maha esa, musibah ini dapat dimaknai sebagai ujian/cobaan atau boleh juga ini sebagai teguran nyata darinya melalui bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

“Bencana alam di berbagai daerah dalam arti luas termasuk di dalamnya Kabupaten Lebong dapat terjadi dikarenakan ulah manusia yang tidak patuh dengan nurma-nurma agama dan kesusilaan (perilaku manusia) yang cenderung terperangkap oleh nafsu serakah,” tuturnya.

Musibah belakangan ini merusak fasilitas umum, rumah dan sektor pertanian juga mengakibatkan 2.712 jiwa mengungsi merupakan bencana terburuk dalam 30 tahun terakhir di Kabupaten Lebong.

Setidaknya 195 rumah rusak berat dan sedang, kerusakan infrastruktur terjadi di 35 titik, seperti jalan, jembatan, jalan desa, kabupaten dan provinsi yang sampai saat ini membuat akses jalan Lebong-Rejang Lebong putus total serta terdapat 22 lokasi sentra perekonomian yang ikut hancur tersapu banjir.

“Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah bergotong-royong bahu membahu dalam menangani bencana ini baik yang berasal dari pemerintahan, TNI-Polri, organisasi masa dan keagamaan,” pungkas Fahrurrozi. (**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button