Daerah

Bupati Lebong Target IP 300 dalam Lounching MT 2 Tahun 2023

fajarbengkulu, lebong – Salah satu visi misi dalam pencapaian ketahanan pangan di Kabupaten Lebong serta dalam rangka meningkatkan percepatan penanaman padi terutama Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanian (IP) dari 100 menuju 300, Bupati Lebong Kopli Ansori bersama masyarakat ikut serta melakukan tanam padi perdana di Desa Embong Kecamatan Uram Jaya, Rabu (15/2/2023).

Tanam perdana itu diikuti oleh, Kapolres Lebong AKBP Awilzan SIK, Dandim 0409 Rejang Lebong Letkol Infanteri M Renaldy Herbowo,  Sekretariat Daerah (Sekda) H Mustarani Abidin SH Msi beserta jajaran OPD di lingkup Pemkab Lebong, Camat dan Kepala Desa.

Bupati Kopli Ansori dalam sambutanya menyampaikan dengan target pencanangan indeks pertanaman (IP) 300 diharapkan dapat menggenjot produksi padi di kabupaten Lebong apalagi dengan luasan tanah area pertanian serta bibit yang ditanam merupakan varietas unggul.

Bupati Kopli Ansori saat memberi kata sambutan

“Alhamdulillah hari ini, kita mencanangkan program penanaman padi perdana Desa Embong, sekaligus menandai Musim Tanam (MT) kedua tahun 2023 ini,” ungkap Kopli.

Menurutnya, penanaman padi perdana di desa Embong ini merupakan yang tercepat dari desa lainnya, ia berharap desa ini dapat menjadi percontohan dalam meningkatkan produksi beras terlebih meningkatkan kedaulatan pangan di kabupaten Lebong.

“Jika seluruh desa bisa meningkatkan indek pertanian atau seluruhnya sudah berhasil MT II dalam setahun, maka dapat dipastikan Kabupaten Lebong menjadi satu-satunya sentra produksi padi di Provinsi Bengkulu terbesar, kemudian dapat memenuhi kebutuhan gizi dan pangan masyarakat serta peningkatan pendapatan masyarakat itu sendiri,” sambungnya.

Penanaman padi MT II

Masih dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Disperkan Lebong, Hedi Parindo SE menyampaikan jika peningkatan indek pertanaman desa Embong kecamatan Uram jaya ini rata rata berkisar 5,6 ton gabah perhektarnya, jumlah tersebut didapatkan dari 20 lahan hektar lahan persawahan di daerah tersebut.

“Rata-rata petani bisa mendapatkan 5,6 ton gabah perhektarnya, harapan kita ini menjadi contoh dan bisa manfaatkan oleh lahan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara berdasarkan hasil peninjauan pihaknya jika hasil produksi padi dari tahun ketahun di kabupaten Lebong tersebut terus mengalami peningkatan. Jika tahun 2020 produksi padi itu hanya di angka 401 ribu per ton di 2021 meningkat menjadi 476 ribu per kemudian tahun 2022 meningkat lagi menjadi 593 ribu per ton.

“Artinya program MT II yang selama ini terus di canangkan oleh Pemerintah Daerah terutama kepada masyarakat Petani dinilai berhasil, terbukti jika kabupaten Lebong saat ini menjadi salah satu sentra produksi terbesar nomor satu se Provinsi Bengkulu,” tutup Hedi. (Act)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button