fajarbengkulu, BENGKULU SELATAN — Suara gemericik air yang menetes deras di sela-sela atap seng bernoda karat menyambut siapapun yang melangkah ke dalam Stadion Padang Panjang, Manna. Bukannya menjadi rumah yang hangat bagi para pencinta bola, arena kebanggaan warga Bengkulu Selatan ini justru menyuguhkan pemandangan pilu: fasilitas publik yang pelan-pelan menua dan terbengkalai.

Kondisi menyayat hati paling terasa di tribun utama. Saat hujan mengguyur, tribun yang seharusnya melindungi penonton justru tak ubahnya bak pancuran terbuka. Atapnya bolong di sana-sini, lembaran sengnya melambai-lambai rapuh diterpa angin, dan kerangka baja hitam di atasnya kian mengelupas dimakan karat. Rasa cemas seketika membayang di benak para pengunjung, khawatir konstruksi yang tak lagi kokoh itu roboh sewaktu-waktu.
Tak berhenti di situ, derita Stadion Padang Panjang terpampang nyata pada dinding-dinding tribun yang kusam. Catnya terkelupas mengelilingi bidang-bidang beton yang kini diselimuti kerak lumut hitam akibat kelembapan tinggi. Pagar penahan dari besi pun mulai keropos, meninggalkan kesan mistis sekaligus berbahaya bagi anak-anak yang kerap berlari di sekitarnya.
Ironisnya, di tengah kondisi yang teramat mengenaskan ini, Stadion Padang Panjang tetap menjadi satu-satunya tempat bersandar bagi puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan Askab PSSI Bengkulu Selatan. Di atas rumput yang tak terawat, anak-anak kecil berlatih memburu mimpi menjadi pesepak bola profesional. Mereka terpaksa berakrobat di balik keterbatasan, menyaksi keretakan rumah olahraga mereka sendiri.
”Kasihan kita lihatnya. Daerah lain mimpi punya stadion, kita yang sudah punya malah dibiarkan rusak. Kalau hujan, penonton pasti kehujanan karena atapnya sudah bolong semua,” tutur seorang pengunjung dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Minggu (13/9/2026).
Jeritan hati masyarakat dan insan olahraga kini tertuju pada Bupati serta DPRD Bengkulu Selatan. Sungguh sebuah kesedihan mendalam jika daerah lain sibuk membangun, sementara Bengkulu Selatan justru membiarkan aset berharga ini runtuh perlahan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu Selatan belum dapat dimintai keterangan terkait kepastian anggaran perbaikan maupun rencana renovasi stadion tersebut.(Tjm)










