fajarbengkulu, BENGKULU SELATAN – Lembaga Belajar Keterampilan (LBK) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, pada 19 Agustus s/d 5 September 2026, di Aula LBK Manna Jl.Ahmad Yani Ibul Ulu Kecamatan Kota Manna.Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kecamatan di Bengkulu Selatan.
Pelatihan yang mengusung tema “Disabilitas Berdaya, Karya Tanpa Batas” ini menghadirkan instruktur profesional di bidang kerajinan tangan, sablon, dan barista.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan Hen Yepi S.Pi menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“Tujuannya jelas, agar teman-teman disabilitas punya keterampilan yang bisa dijadikan modal usaha. Kami tidak ingin mereka hanya menjadi penerima bantuan, tapi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Hem Yepi.

Selama ini, kata dia, banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi besar namun keterbatasan akses pelatihan. Melalui LBK, mereka diberikan ruang yang sama untuk belajar dan berkarya.
Dalam pelatihan selama 3 hari ini, peserta dibekali 3 keterampilan praktis yang mudah diterapkan yaitu membatik kain.
Salah satu peserta, Darwito (24) penyandang disabilitas daksa asal Kecamatan Pasar Manna, mengaku sangat antusias.
“Saya senang sekali bisa ikut. Selama ini bingung mau kerja apa. Sekarang saya bisa belajar membatik kain. Rencananya mau buka usaha kecil-kecilan di rumah,” katanya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan. Kepala Dinsos, Hen Yepi, yang hadir membuka acara mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong inklusi.
“Kami akan bantu pemasaran hasil karya mereka melalui pameran UMKM dan kami akan dorong mereka mendapat bantuan modal usaha dari program KUBE,” ujarnya.
LBK berharap setelah pelatihan ini, para peserta tidak hanya berhenti belajar, tetapi terus didampingi hingga benar-benar mandiri. Ke depan, LBK Bengkulu Selatan akan membuat program pelatihan lanjutan dan membentuk komunitas wirausaha disabilitas di Bumi Sekundang Setungguan.(Tjm)










