fajarbengkulu, lebong – Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, menegaskan komitmennya untuk mempercepat upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lebong. Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS), ia memastikan langkah konkret akan segera dilakukan, termasuk turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil sekaligus mencari solusi cepat.
Komitmen tersebut disampaikan Bambang saat mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat hingga lurah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong.
Pertemuan ini digelar untuk menyamakan pemahaman sekaligus merumuskan strategi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di daerah.
Menurut Bambang, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara instan. Penanganannya harus dimulai dari upaya pencegahan sejak dini, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, perawatan balita hingga peningkatan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
“Stunting ini tidak bisa diselesaikan secara cepat kalau tidak dilakukan pencegahan dari awal. Karena itu kita harus bergerak bersama. Dalam waktu dekat saya akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi yang bisa segera dilakukan,” ujar Bambang, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Seluruh OPD hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan harus terlibat aktif agar program yang dijalankan benar-benar efektif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya penanganan stunting dapat berjalan tepat sasaran. Hal itu dapat dilakukan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, edukasi gizi kepada masyarakat, hingga penguatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak.
“Makanya hari ini kita kumpulkan semua OPD, camat dan lurah agar memiliki pemahaman yang sama. Kita harus satu strategi dan satu tujuan, yaitu menurunkan angka stunting di Kabupaten Lebong,” tegasnya.
Bambang juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak bekerja secara parsial. Setiap program yang dijalankan harus saling terintegrasi sehingga memberikan dampak yang lebih maksimal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa, kader posyandu, serta tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita.
Dengan sinergi seluruh pihak, Bambang optimistis percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lebong dapat berjalan lebih efektif.
“Kita berharap langkah konkret yang segera dilakukan di lapangan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi masa depan di Kabupaten Lebong,” pungkasnya. (Act)









