BPS: Penduduk Provinsi Bengkulu Didominasi Milenial dan Generasi Z

Jumat, 22 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajarbengkulu, Daerah – Struktur umur penduduk Provinsi Bengkulu didominasi oleh Milenial dan Generasi Z. Hal ini ketahui berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) Provinsi Bengkulu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu yang dirilis secara virtual pada Kamis, (21/1/2021).

Hasil SP2020 provinsi Bengkulu menunjukkan terjadi penambahan angka sebanyak 295.152 jiwa sejak SP2010 atau terhitung rata-rata sebanyak 24.596 jiwa setiap tahun. Sehingga tepatnya per September 2020, jumlah penduduk provinsi Bengkulu menjadi 2.010.670 jiwa.

Dari jumlah penduduk tersebut, 29,16 persen ditempati Generasi Z, untuk Milenial 26,86 persen, untuk Generasi X 21,00 persen, kemudian diikuti Post Gen Z 11,46 persen, Baby Boomer 10,06 persen dan Pre Boomer 1,46 persen.

“Generasi Z ini memiliki kriteria lahir tahun 1997 hingga 2012, perkiraan untuk usia sekarang 8 sampai 23 tahun, sedangkan Milenial lahir tahun 1981 hingga 1996 dengan perkiraan usia sekarang 24 sampai 39 tahun,” jelas Kepala BPS provinsi Bengkulu Win Rizal.

Pada Sensus Penduduk 2020 ini, menurut Rizal, juga melibatkan data administrasi kependudukan yakni data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), namun ada beberapa perbedaan data yang muncul. Hal tersebut karena disebabkan perbedaan metodelogi dalam melakukan sensus.

“Perbedaan antara data Dukcapil dan BPS, itu hal yang lumrah karena titiknya BPS September, Dukcapil akhir Desember perbedaan 3 bulan ini tentu ada pengaruh, jika ada selisih misal data BPS lebih rendah dari data dukcapil itu artinya orangnya tercatat di sini tetapi orangnya di daerah lain, misalnya data BPS lebih tinggi dari data dukcapil maka ada orang ke Bengkulu tetapi KTP nya tidak di Bengkulu, itu yang menyebabkan perbedaan,” terang Win Rizal.

Terkait adanya perbedaan data yang dihasilkan dari kedua lembaga ini, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto menjelaskan, salah satunya merupakan dampak dari mobilitas manusia yang tinggi antar kabupaten/ kota. Kemudian juga menjadi indikasi bahwa daerah tersebut mulai dikatakan maju.

“Memang untuk daerah – daerah yang cenderung maju banyak pendatang, seperti tadi disebutkan Kota Bengkulu, Mukomuko, di Bengkulu Utara karena pergerakan ekonomi itu ada pengaruhnya dengan pergerakan orang,” jelas Gotri.

Kendati demikian, Gotri menyampaikan tetap akan melakukan koordinasi terkait validasi data sensus penduduk 2020 ini bersama Dukcapil.

“Yang jelas akan kita tindak lanjuti dengan koordinasi bersama Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait dengan validasi data, seperti misalnya Dukcapil dengan basis KTP dan BPS dengan basisnya penduduk,” paparnya. (red)

Baca Juga

Berbekal Bukti Cermin dan Lainnya, Mantan Pejabat Lebong Terancam Kurungan 12 Tahun
Terkait Dugaan Korupsi DD Desa Suka Bandung TA 2022-2023, Unit Tipikor Satreskrim Polres BS Geledah Kantor Desa
Pilkades Serentak, Ratusan Calon Kades Sepakat Kondusif dan Demokrasi
​Respon Bupati Terkait Oknum Pejabat Lebong Berstatus Tersangka
Kerugian Negara Capai Rp433 Juta, Mantan Kades Sebelat Ulu Diberi Waktu 60 Hari
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Lebong dan Insan Pers Tebar Kebaikan Lewat Donor Darah
Peringati Hari Jadi Ke-75 Humas Polri, Polres Bengkulu Selatan Salurkan Bantuan Ke Rumah Quran Hidayatullah
Polres Lebong Tahan Oknum Pejabat Selama 20 Hari

Baca Juga

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Berbekal Bukti Cermin dan Lainnya, Mantan Pejabat Lebong Terancam Kurungan 12 Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Terkait Dugaan Korupsi DD Desa Suka Bandung TA 2022-2023, Unit Tipikor Satreskrim Polres BS Geledah Kantor Desa

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Pilkades Serentak, Ratusan Calon Kades Sepakat Kondusif dan Demokrasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:31 WIB

​Respon Bupati Terkait Oknum Pejabat Lebong Berstatus Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kerugian Negara Capai Rp433 Juta, Mantan Kades Sebelat Ulu Diberi Waktu 60 Hari

Berita Terbaru